You are currently viewing Apakah Fungsi Food Processor dan Blender Berbeda?

Apakah Fungsi Food Processor dan Blender Berbeda?

Membuat bumbu masakan manual memang perlu tenaga lebih. Mulai dari memotong cabai, bawang sampai bumbu dapur lainnya. Belum lagi kalau jumlahnya banyak dan harus mengulek biar bumbu jadi halus. Duh, rasanya repot ya untuk sebagian para ibu dan para millennial yang tak punya banyak waktu di dapur. Oleh karena itu, kini semakin banyak yang menghadirkan peralatan masak elektronik sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Selain mudah, praktis dan efisien, alat masak elektronik juga mempercepat waktu pengolahan makanan. Salah satu alat masak elektronik yang semakin diminati seperti food processor. Sekilas serupa dengan blender, sama sama memiliki mesin bermotor yang dilengkapi mata pisau dibagian bawah serta wadah sebagai tempat makanan, tetapi fungsi food processor dengan blender jelas berbeda. Banyak yang mengira fungsi food processor dan blender sama-sama hanya untuk mencapurkan dan menghaluskan makanan. Tetapi sebetulnya beda food processor dan blender sangat signifikan loh! Mayoritas blender lebih banyak dikenal dan sudah menjadi salah satu peralatan wajib dimiliki setiap rumah untuk semua kalangan. Berbeda dengan food processor yang belum semarak seperti blender. Sebetulnya fungsi food processor lebih lengkap dibandingkan dengan blender dan pastinya sama-sama untuk memenuhi kebutuhan masak sehari-hari. Jadi, apa aja sih beda food processor dan blender?

Desain Mesin Food Processor dan Blender

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sekilas secara fisik memang kedua alat masak elektronik ini memiliki kemiripan, namun sebetulnya berbeda. Beda food processor dan blender bila dilihat dari aspek ini, ada pada ukuran mata pisau. Food processor umumnya didesain memiliki ukuran mata pisau yang lebih besar, dan blender sebaliknya memiliki ukuran mata pisau yang lebih kecil.

Dilansir dari washingtonpost.com, beda food processor dan blender yang utama ada pada mesin penggeraknya, bagaimana kedua alat tersebut bekerja sehingga menghasilkan tesktur yang diinginkan. Untuk food processor beroperasi sekitar 1.700 putaran per menit, sementara blender dimulai sekitar 17.000 rpm bahkan dapat lebih tinggi dari 30.000 rpm. Gerak bilah food processor lebih lambat dibandingkan dengan blender, sehingga kamu memiliki kendali besar terhadap tekstur makanan sesuai yang kamu inginkan. Sebaliknya, gerak bilah blender yang lebih cepat membuat kamu lebih sulit untuk mendapatkan tekstur yang akurat. Kamu cenderung akan mendapatkan tesktur yang benar-benar halus.

Beda food processor dan blender bisa diambil contoh ketika kamu mengolah tomat pada kedua alat tersebut. Kamu akan mendapatkan hasil cair berupa jus tomat dari olahan blender. Sedangkan jika diolah dengan food processor, kamu bisa menentukan tekstur yang seperti apa yang kamu inginkan. Kamu akan tetap bisa merasakan tekstur potongan kulit tomat kecil-kecil bila di proses dengan kecepatan rendah. Nah, itu dia beda food processor dan blender yang cukup jelas bisa kamu pahami.

Fungsi Food Processor dan Blender

Beda food processor dan blender yang paling signifikan ada pada fungsi masing-masing. Fungsi blender seperti yang kita tahu yaitu untuk mencampurkan dan menghaluskan bahan makanan dengan tingkat konsistensi halus baik untuk makanan basah maupun kering. Dengan mata pisau yang kecil, blender terbatas hanya bisa memproses makanan lunak. Bilah pisau blender juga cenderung lebih tumpul bila dibandingkan dengan bilah pisau food processor. Maka dari itu, bila blender dipaksa untuk mengolah makanan padat dan keras akan menyebabkan mesin blender cepat rusak. Penting juga untuk membantu proses makanan, blender membutuhkan bantuan cairan agar bisa berfungsi maksimal. Blender sendiri cocok untuk mengolah minuman jus, susu, smoothies hingga menghancurkan bahan makanan yang mengandung banyak air.

Sebaliknya, food processor lebih multifungsi dibandingkan blender. Fungsi food processor yaitu menghaluskan, memotong, mencincang, mengiris hingga mencampur berbagai jenis makanan. Dengan bilah pisau yang tajam, food processor mampu diandalkan untuk mengolah bahan makanan yang padat dan keras. Bahkan, kamu bisa mengolah adonan hingga kalis dengan kapasitas tertentu. Fungsi food processor yang beragam sangat cocok untuk kamu yang suka membuat bumbu masak ataupun juga bisa membuat puree atau makanan bayi. Misalnya seperti merajang dan mengiris sayuran serta menumbuk kacang dan biji-bijian hingga mengolah keju. Berbeda dengan blender, food processor justru tidak membutuhkan bantuan cairan untuk mengolah makanan. Sekalipun mengolah kacang, kamu tak perlu menambahkan cairan apapun. Namun, perlu diingat fungsi food processor yang beragam tetap memiliki kelemahan. Penggunaan food processor tidak disarankan untuk mengolah bahan makanan cair karena bisa menyebabkan bocor. Hal ini terjadi karena beda food processor dan blender ada pada kepadatan penutupnya. Blender dilengkapi penutup vacuum yang dilengkapi dengan karet perekat sedangkan food processor tidak.

Perbandingan Harga Food Processor dan Blender

Beda food processor dan blender selanjutnya ada pada segi harga. Mayoritas dipasaran, harga food processor umumnya memang lebih tinggi bila dibandingkan dengan blender karena fungsi food processor yang jauh lebih kompleks. Salah satunya bisa kamu lihat untuk food processor KitchenAid yang dibanderol dengan harga sekitar Rp. 1.899.000,- yang sekarang lagi didiskon 20% menjadi 1.519.200 di website belanjadapur.com. Sebaliknya untuk blender, kamu bisa dapatkan dengan harga ratusan rupiah saja. Bahkan dengan bermodal puluhan ribu saja, kamu bisa dapatkan blender portable.

Namun, tak dipungkiri, brand premium juga menjual blender dengan harga yang fantastis. Salah satunya seperti blender Bianco Dipuro yang dibanderol dengan harga sekitar Rp. 25.000.000,- yang sekarang didiskon 10% menjadi 22.500.000,- di website belanjadapur.com. Blender ini tentu berbeda dari blender pada umunnya karena memiliki banyak fitur menarik. Salah satunya bisa menghangatkan makanan. Kamu bisa sambil masak didalam blender tersebut. Jadi, kembali lagi kepada kemampuan dan kebutuhan kamu dalam memilih harga food processor dan blender yang sesuai.

Pada intinya, apabila kamu menginginkan tesktur yang sangat halus ataupun cair, saatnya kamu gunakan blender. Sebaliknya, jika kamu menginginkan hasil makanan lebih bertesktur, kamu bisa gunakan food processor. Jadi, beda food processor dan blender sudah bisa kamu pahami bukan? Perlu kamu garis bawahi, blender tidak bisa gantikan fungsi food processor. Food processor hadir sebagai bentuk perkembangan atau inovasi dari blender. Bila kamu ingin lebih mudah untuk mengolah segala makanan, memiliki food processor dan blender adalah kunci. Beda food processor dan blender yang sangat signifikan, bisa menjadi pertimbangan besar untuk kamu miliki dua jenis alat masak tersebut di rumah.

Penulis: Adinda Widya Des Naya

Leave a Reply