You are currently viewing Manfaat Makan Keju untuk Si Buah Hati

Manfaat Makan Keju untuk Si Buah Hati

Untuk mencapai perkembangan balita yang maksimal, sangat dibutuhkan peran orang tua dalam memilih asupan yang bergizi. Bagaimanapun nutrisi yang tercukupi akan menjamin kesehatan maupun tumbuh kembang balita. Memasuki usia 1 tahun, umumnya balita sudah mulai terbiasa mencerna dan disinilah waktu moms untuk berkreasi mempersiapkan MPASI (makanan pendamping asi). Setelah berfokus pada buah segar, sayuran maupun daging dalam bentuk puree atau bubur saring, moms bisa mengkombinasikan keju sebagai penambah varian makanan. Manfaat makan keju tidak hanya bisa di rasakan orang dewasa, namun moms juga bisa memperkenalkan sejak dini.

Nyatanya, keju memiliki nilai gizi tinggi seperti protein, lemak, kalsium, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan balita. Penelitian oleh The American Academy of Pediatrics mengungkapkan bahwa balita yang suka makan keju tinggi protein dengan sayuran berserat akan lebih mudah merasa kenyang, sehingga mengonsumsi lebih sedikit kalori sebesar 72% dibanding yang suka makan keripik kentang. Manfaat makan keju dalam hal ini membantu mencegah balita mengalami obesitas dan tentunya kebutuhan nutrisi akan tetap terpenuhi.

Keju aman untuk dijadikan salah satu bahan campuran makanan rutinitas pada balita. Penting untuk menunggu 3-5 hari setelah memberikan makanan baru pada balita, untuk observasi apakah ada tanda alergi ataupun intoleransi pada makanan tertentu. Manfaat makan keju jelas sangat berlimpah, namun tetap perlu konsultasikan ke dokter apabila timbul gejala tertentu pada balita. Simak yuk apa saja manfaat makan keju untuk balita berikut ini.

Manfaat Makan Keju untuk Balita

  1. Kandungan kalsium dan fosfor pada keju baik untuk pembentukan dan penguatan tulang maupun gigi. Keju mampu mencegah keropos tulang (osteoporosis).
  2. Manfaat makan keju sangat baik untuk mencegah kerusakan gigi.
  3. Besarnya kandungan kalori pada keju menjadi sumber energi untuk bisa terus bergerak dan tidak mudah lelah serta menguatkan otot ataupun organ vital pada balita.
  4. Lemak baik pada keju membantu menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker pada balita.
  5. Vitamin A pada keju membantu penglihatan balita semakin jernih dan mengurangi resiko mata rabun.
  6. Kandungan magnesium, seng dan selenium akan memberikan manfaat makan keju sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Sehingga, daya tahan tubuh balita tetap terjaga, tidak mudah terinfeksi virus maupun bakteri.
  7. Keju bisa menjadi bagian dari diet sehat seimbang pada balita.
  8. Manfaat makan keju mampu membantu perkembangan serabut sel saraf dan otak berkat kandungan asam lemak linoleat dan linolenat.

Bagaimana Cara Mengenalkan Keju pada Balita?

Ada beberapa cara yang bisa moms lakukan untuk memperkenalkan keju pada balita. Mulai dengan gunakan keju yang rasanya ringan dan bertesktur lembut agar balita bisa menerima. Berikan keju dengan potongan kecil dan jumlah yang sedikit untuk melihat respon badan balita terhadap keju. Pemberian pertama diharapkan tidak berlebihan agar manfaat makan keju tetap bisa maksimal. Lalu, agar manfaat makan keju bisa dirasakan, apa tips makanan yang bisa diberikan?

  1. Membuat telur omelette atau scramble egg yang di campur dengan keju parut.
  2. Hancurkan keju bersama buah maupun sayur.
  3. Lelehkan keju diatas roti ataupun sayuran.
  4. Tambahkan keju diatas makanan rutinitasnya.
  5. Jadikan keju sebagai cemilan, usahakan potong kecil agar mengurangi resiko tersedak.

Pada dasarnya keju sangat bisa dicampurkan bersama makanan utama ataupun makanan cemilan. Rasa keju yang lezat membuat makanan semakin nikmat. Kembali lagi bagaimana cara moms bisa mengkreasikan agar balita suka dan tidak merasa bosan. Manfaat makan keju juga akan bisa optimal bila moms tetap mengikuti cara yang benar. Hentikan pemberian keju apabila muncul kemerahan dan gatal di kulit, balita rewel karena merasa kram pada wajah maupun perut, muntah atau diare, area wajah membengkak ataupun nafas mengeluarkan bunyi. Harap segera konsultasikan ke dokter. Jika balita bisa menerima keju, silahkan tingkatkan jumlahnya secara bertahap. Hindari pemberian makanan yang dibeli dari luar, kecuali moms bisa pastikan keju yang digunakan hanya keju asli bukan keju campuran.

Hal ini merupakan berita baik untuk moms yang memiliki balita peaky eaters atau suka memilih-milih makanan. Balita dengan peaky eaters biasanya tidak mendapatkan nilai gizi yang sama dengan balita yang lebih fleksibel karena pola makan yang kurang beragam. Alhasil, amukan dan ketegangan akan moms hadapi setiap waktu makan tiba. Nah, keju bisa menjadi jalan alternatif untuk balita agar mendapatkan nutrisi yang sesuai. Pilih keju yang mengandung lemak alami untuk menambah berat badan. Moms bisa mulai membuat pasta, pizza, ataupun sandwich. Terkadang makanan yang tidak ditemui setiap hari akan membantu balita lebih bersemangat makan.

Jenis Keju yang Aman untuk Balita

Manfaat makan keju memang banyak, namun tidak semua keju aman untuk dikonsumsi oleh balita. Moms bisa memberikan keju untuk balita yang memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Keju dengan kandungan rendah sodium
  • Keju yang sudah dipasteurisasi sehingga bebas dari kuman dan parasit
  • Terbuat dari susu murni

Lantas, keju apa yang aman untuk balita? Moms bisa memilih keju seperti cheddar, mozzarella, parmesan, edam, colby, dan lainnya. Jangan lupa selalu periksa label keju untuk memastikan kandungannya. Selamat mencoba dan rasakan manfaat makan keju untuk balita Anda.

Penulis: Adinda Widya Des Naya

Leave a Reply